Syarat Fisik untuk Pramugari: Apa Saja yang Dinilai Saat Seleksi?

Menjadi pramugari adalah impian banyak perempuan muda di Indonesia. Profesi ini sering dianggap prestisius karena bukan hanya soal bekerja di dunia penerbangan, tetapi juga soal kesempatan menjelajah banyak tempat, bertemu orang baru, dan membangun karier yang membanggakan. Namun sebelum sampai ke tahap itu, calon pramugari harus melalui proses seleksi yang cukup ketat, terutama terkait syarat fisik.

Syarat fisik ini menjadi salah satu faktor penting karena pramugari akan bekerja langsung dengan penumpang dan dituntut untuk selalu sigap dalam kondisi apapun. Bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kesehatan, postur tubuh, hingga kondisi tertentu yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Jadi, apa saja sebenarnya syarat fisik yang dinilai saat seleksi pramugari? Mari kita bahas secara lengkap.

Tinggi Badan Ideal

Salah satu syarat yang paling dikenal adalah tinggi badan. Rata-rata maskapai penerbangan menetapkan standar minimal tinggi badan untuk pramugari sekitar 160 cm, meskipun ada beberapa maskapai yang sedikit lebih fleksibel, misalnya menerima tinggi 158 cm. Hal ini berkaitan dengan fungsi keselamatan, karena pramugari harus mampu menjangkau overhead compartment atau kabin penyimpanan bagasi di atas kursi penumpang.

Selain tinggi badan, ada pula standar jangkauan tangan (arm reach test). Biasanya, calon pramugari harus bisa menjangkau ketinggian tertentu dengan tangan terangkat, sekitar 212 cm. Tes ini sering dilakukan untuk memastikan bahwa meski tinggi badan sedikit di bawah standar, calon pramugari tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Berat Badan Proporsional

Berat badan juga menjadi faktor penilaian. Namun, bukan berarti calon pramugari harus kurus. Yang dilihat adalah proporsionalitas antara tinggi dan berat badan. Biasanya, rumus yang digunakan adalah Body Mass Index (BMI).

Jika terlalu kurus, calon pramugari bisa dianggap tidak sehat atau kurang bertenaga untuk menjalankan tugas fisik. Sebaliknya, jika terlalu gemuk, bisa memengaruhi gerakan dan fleksibilitas saat bekerja di kabin. Jadi, menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur adalah langkah penting bagi calon pramugari yang ingin memenuhi standar ini.

Kesehatan Mata

Kondisi mata juga sangat diperhatikan. Calon pramugari biasanya dituntut memiliki penglihatan normal atau masih dalam batas koreksi tertentu. Minus, plus, atau silinder diperbolehkan selama masih bisa dikoreksi dengan kacamata atau softlens. Umumnya, batas maksimal minus yang diterima adalah -3.00.

Penglihatan yang baik penting karena pramugari harus mampu membaca instruksi keselamatan, mengenali situasi darurat, dan memperhatikan detail kecil yang bisa memengaruhi keselamatan penerbangan. Jadi, kesehatan mata tidak bisa dianggap sepele dalam seleksi ini.

Kulit dan Penampilan

Penampilan pramugari adalah bagian dari citra maskapai. Oleh karena itu, kondisi kulit menjadi salah satu faktor penilaian. Umumnya, calon pramugari diharapkan memiliki kulit yang bersih dari bekas luka mencolok, tato, atau kondisi kulit yang bisa mengganggu penampilan profesional.

Namun, bukan berarti harus memiliki kulit putih atau sempurna. Yang terpenting adalah terlihat sehat, rapi, dan terawat. Bekas luka kecil biasanya tidak masalah selama tidak terlalu mencolok atau menimbulkan kesan kurang rapi. Maskapai juga ingin memastikan bahwa pramugari tampil percaya diri di hadapan penumpang.

Kesehatan Gigi

Banyak yang tidak menyadari bahwa gigi juga menjadi bagian dari syarat fisik pramugari. Gigi yang rapi dan bersih akan mendukung penampilan saat tersenyum, karena senyum adalah salah satu “senjata” utama pramugari dalam melayani penumpang.

Selain soal estetika, gigi yang sehat juga menunjukkan kondisi kesehatan tubuh secara umum. Maka dari itu, calon pramugari dianjurkan untuk melakukan perawatan gigi sebelum mengikuti seleksi, misalnya membersihkan karang gigi atau merapikan gigi dengan behel jika diperlukan.

Postur Tubuh dan Jalan

Pramugari harus memiliki postur tubuh yang tegap dan cara berjalan yang anggun. Saat seleksi, biasanya calon pramugari diminta berjalan di depan juri untuk melihat bagaimana postur dan gaya berjalan mereka. Hal ini penting karena pramugari akan sering berjalan di lorong pesawat dan berinteraksi langsung dengan penumpang.

Postur tubuh yang baik juga mendukung kesehatan jangka panjang, mengingat pekerjaan pramugari menuntut berdiri lama, mengangkat barang, dan bergerak aktif selama penerbangan.

Suara dan Komunikasi

Meskipun tidak langsung dianggap bagian dari syarat fisik, suara juga dinilai dalam proses seleksi. Pramugari harus memiliki suara yang jelas, ramah, dan mudah dipahami. Suara inilah yang digunakan untuk memberikan instruksi keselamatan atau menenangkan penumpang dalam situasi tertentu.

Maka dari itu, saat seleksi, calon pramugari sering diminta memperkenalkan diri atau melakukan simulasi pengumuman di dalam pesawat. Di sinilah kemampuan berbicara dengan percaya diri akan menjadi nilai tambah.

Kesehatan Secara Umum

Selain aspek-aspek yang terlihat, kesehatan secara umum juga sangat penting. Calon pramugari harus bebas dari penyakit serius yang bisa mengganggu pekerjaan, seperti asma berat, penyakit jantung, epilepsi, atau gangguan yang berhubungan dengan pernapasan.

Tes kesehatan biasanya meliputi pemeriksaan darah, tes paru-paru, hingga tes pendengaran. Tujuannya untuk memastikan bahwa calon pramugari benar-benar dalam kondisi prima dan mampu bekerja dalam tekanan udara di ketinggian.

Tes Fisik Saat Seleksi

Seleksi pramugari biasanya mencakup tes fisik sederhana. Misalnya, tes jalan, tes postur tubuh, tes arm reach, hingga tes kesehatan dasar. Semua ini dilakukan untuk menilai apakah calon pramugari memenuhi syarat minimal yang ditetapkan oleh maskapai.

Di beberapa maskapai, bahkan ada tes kebugaran fisik untuk melihat ketahanan tubuh. Walaupun tidak seberat tes atlet, pramugari tetap harus memiliki stamina yang baik karena jam kerja yang panjang dan tuntutan pekerjaan yang cukup berat.

Bagaimana Mempersiapkan Diri?

Bagi calon pramugari yang ingin lolos seleksi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Jaga pola makan untuk memastikan berat badan tetap proporsional.
  2. Rutin olahraga ringan seperti jogging, yoga, atau berenang untuk meningkatkan stamina dan postur tubuh.
  3. Rawat kulit dan gigi dengan perawatan dasar agar terlihat rapi dan sehat.
  4. Latih cara berjalan dan berdiri di depan cermin agar lebih percaya diri.
  5. Periksa kesehatan mata dan gunakan kacamata atau softlens jika perlu.

Peran Aeronef Academy dalam Membimbing Calon Pramugari

Bagi kamu yang serius ingin menjadi pramugari, mempersiapkan syarat fisik saja tidak cukup. Kamu juga perlu mendapatkan bimbingan khusus agar bisa tampil maksimal saat seleksi. Di Aeronef Academy, para calon pramugari tidak hanya diajari teori penerbangan, tetapi juga dilatih penampilan, cara berjalan, cara berkomunikasi, hingga kesehatan fisik.

Instruktur yang berpengalaman akan membantu kamu mengenali kelebihan dan kekurangan diri, lalu memberikan solusi praktis untuk memperbaikinya. Dengan begitu, peluangmu untuk lolos seleksi dan diterima di maskapai impian akan jauh lebih besar.

Kesimpulan

Syarat fisik untuk pramugari bukan hanya soal tinggi dan berat badan, tetapi mencakup banyak aspek mulai dari kesehatan mata, kulit, gigi, postur tubuh, hingga kondisi kesehatan secara umum. Semua ini dinilai untuk memastikan bahwa calon pramugari mampu bekerja dengan baik, menjaga keselamatan penumpang, dan memberikan pelayanan terbaik.

Jika kamu merasa masih ada kekurangan, jangan khawatir. Selama mau berusaha, banyak hal bisa diperbaiki. Yang terpenting adalah disiplin menjaga kesehatan, penampilan, dan percaya diri.

Bagi kamu yang bermimpi menjadi pramugari, bergabung dengan Aeronef Academy bisa menjadi langkah awal terbaik. Di sana, kamu akan mendapatkan bimbingan komprehensif agar siap menghadapi seleksi dan sukses berkarier di dunia penerbangan.

Share your love