Ngobrol Yuk..
Cara Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat Saat Turbulensi

Naik pesawat memang jadi pilihan transportasi yang cepat dan praktis, apalagi buat perjalanan jarak jauh. Tapi, ada satu hal yang sering bikin banyak orang deg-degan bahkan takut naik pesawat: turbulensi. Rasanya pesawat bergetar, turun naik mendadak, atau bergoyang ke kanan-kiri, bikin jantung seolah ikutan jatuh. Nah, buat kamu yang masih sering khawatir saat terbang, tenang saja—di artikel ini kita bakal bahas cara mengatasi rasa takut naik pesawat saat turbulensi.
Apa Itu Turbulensi?
Turbulensi sebenarnya adalah hal yang normal terjadi saat pesawat terbang. Singkatnya, turbulensi adalah guncangan akibat aliran udara yang tidak stabil. Bisa karena faktor cuaca, perbedaan suhu, atau aliran angin di ketinggian tertentu. Bayangkan saja pesawat seperti mobil yang lewat jalanan bergelombang. Bedanya, ini di udara.
Jadi jangan salah, turbulensi bukan berarti pesawat bermasalah atau mau jatuh. Pilot dan pramugari sudah dilatih menghadapi kondisi ini, dan pesawat juga didesain khusus untuk tetap aman walau melewati turbulensi.
Kenapa Banyak Orang Takut Saat Turbulensi?
Rasa takut ini sebenarnya wajar. Tubuh kita merespons hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Ketika pesawat berguncang, otak kita memberi sinyal bahaya meskipun kenyataannya aman. Faktor lain yang membuat rasa takut semakin kuat antara lain:
- Kurang informasi tentang dunia penerbangan.
- Pengalaman buruk sebelumnya saat naik pesawat.
- Rasa cemas berlebihan atau phobia terbang.
- Kurang percaya diri menghadapi situasi yang tak bisa diprediksi.
Nah, biar perjalanan udara kamu jadi lebih nyaman, yuk simak tips-tips berikut!
1. Ingat Bahwa Turbulensi Itu Normal
Turbulensi bukanlah tanda pesawat akan jatuh. Faktanya, hampir semua penerbangan mengalami turbulensi dalam berbagai tingkat. Pilot dilatih untuk menavigasi area turbulensi, dan pramugari selalu siap memastikan keselamatan penumpang. Jadi, ubah mindset bahwa turbulensi adalah bagian wajar dari perjalanan udara.
2. Pilih Kursi yang Tepat
Kalau kamu gampang panik, coba pilih kursi di dekat sayap pesawat. Posisi ini lebih stabil dibandingkan bagian ekor atau hidung pesawat. Rasanya guncangan akan lebih ringan. Selain itu, kursi dekat lorong juga bisa membuatmu lebih lega karena tidak merasa terjebak di dekat jendela.
3. Atur Pernapasan
Rasa cemas biasanya bikin napas jadi cepat dan dangkal. Coba lakukan teknik pernapasan sederhana: tarik napas dalam lewat hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Ulangi beberapa kali sampai tubuh terasa lebih tenang.
4. Alihkan Perhatian
Jangan fokus pada guncangan pesawat. Kamu bisa mendengarkan musik, menonton film, membaca buku, atau ngobrol dengan teman perjalanan. Beberapa orang juga suka membawa permainan di ponsel atau melakukan aktivitas kecil seperti menulis jurnal. Dengan begitu, otak tidak terus-menerus memikirkan turbulensi.
5. Batasi Kafein dan Alkohol
Minuman berkafein atau beralkohol bisa meningkatkan detak jantung dan memperburuk rasa cemas. Lebih baik minum air putih atau teh herbal ringan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga bikin kamu lebih rileks.
6. Percaya pada Kru Penerbangan
Ingat, pilot dan pramugari adalah profesional yang sudah menjalani pelatihan ketat. Mereka tahu cara menghadapi kondisi darurat termasuk turbulensi. Bahkan, di sekolah pramugari seperti Aeronef Academy, para calon pramugari dilatih khusus untuk tetap tenang dan sigap menghadapi berbagai situasi di udara. Jadi kalau mereka terlihat santai, kamu juga bisa merasa lebih aman.
7. Gunakan Teknik Grounding
Kalau rasa panik mulai muncul, coba teknik grounding. Misalnya, lihat sekitar dan sebutkan 5 benda yang kamu lihat, 4 benda yang kamu bisa sentuh, 3 hal yang bisa kamu dengar, 2 hal yang bisa kamu cium, dan 1 hal yang bisa kamu rasakan. Teknik ini membantu mengalihkan fokus dari rasa takut ke realitas sekitar.
8. Ingat Tujuan Perjalananmu
Alihkan pikiran ke hal-hal menyenangkan yang menunggu di tempat tujuan. Bisa liburan, bertemu keluarga, urusan kerja yang penting, atau pengalaman baru. Dengan begitu, kamu akan lebih fokus pada hal positif daripada rasa takut.
9. Gunakan Alat Bantu
Kalau benar-benar sulit menenangkan diri, bawa penutup telinga untuk meredam suara mesin, atau masker mata untuk menutup penglihatan. Kadang, mengurangi rangsangan suara dan cahaya bisa membantu tubuh lebih relaks.
10. Jangan Sungkan Minta Bantuan
Kalau rasa takutmu cukup parah, sampaikan pada pramugari sebelum terbang. Mereka akan berusaha memberikan perhatian ekstra. Lagi-lagi, pramugari memang bertugas bukan hanya soal pelayanan, tapi juga menjaga kenyamanan dan rasa aman penumpang.
Rasa Takut Bisa Diatasi dengan Pengetahuan
Semakin kamu paham tentang penerbangan, semakin kecil kemungkinan rasa takut menguasaimu. Itu juga yang dipelajari di sekolah pramugari dan penerbangan. Misalnya di Aeronef Academy, para siswa tidak hanya belajar soal pelayanan, tapi juga tentang dunia penerbangan, keselamatan, hingga bagaimana bersikap tenang saat turbulensi. Pengetahuan inilah yang bikin mereka terlihat percaya diri saat bertugas.
Kesimpulan
Takut turbulensi itu wajar, tapi jangan sampai menghalangi kamu untuk bepergian. Ingat bahwa turbulensi normal terjadi, pesawat aman, dan kru sudah sangat terlatih. Dengan latihan pernapasan, mengalihkan perhatian, memilih kursi yang tepat, hingga percaya pada kemampuan kru, perjalanan udara bisa terasa lebih nyaman.
Kalau kamu tertarik lebih dalam mengenal dunia penerbangan dan bagaimana pramugari dilatih menghadapi situasi seperti ini, Aeronef Academy bisa jadi pilihan tepat. Siapa tahu, dari yang awalnya takut naik pesawat, justru kamu jadi salah satu bagian dari kru penerbangan masa depan.




