Puisi Pramugari : Bidadari Diatas Awan

Di balik senyum manis yang selalu kau suguhkan,
Ada lelah yang jarang terlihat oleh mata penumpang.
Langkahmu anggun menyusuri lorong sempit pesawat,
Melayani satu per satu dengan hati, bukan sekadar tugas.

Bidadari di atas awan, begitulah orang memanggilmu,
Padahal di balik senyum, ada tangis yang sering kau sembunyikan.
Ketika turbulensi mengguncang langit,
Kau tetap berdiri, menjaga agar kami tetap tenang.

Di udara, kau jadi penolong pertama,
Ketika sakit menyerang, panik melanda, atau doa lirih dipanjatkan.
Tak jarang, nyawamu sendiri kau taruhkan,
Hanya demi memastikan semua penumpang sampai dengan selamat.

Pramugari…
Kisahmu adalah kisah pengabdian,
Kisah tentang rindu yang tak selalu terbalaskan,
Tentang perayaan ulang tahun yang tak bisa kau hadiri,
Tentang air mata yang jatuh di kabin gelap,
Saat semua orang terlelap di kursi masing-masing.

Namun kau tetap berdiri tegar,
Dengan seragam rapi dan senyum abadi.
Bidadari yang tak bersayap,
Tapi berlayar di langit, menghubungkan dunia.

Terima kasih, wahai pramugari,
Atas setiap langkahmu di lorong sempit itu,
Atas setiap “senyum hangat” yang kau hadiahkan meski hatimu lelah,
Atas setiap doa diam-diam yang kau panjatkan di ketinggian.

Engkau adalah bidadari di atas awan,
Yang mungkin tak dikenang namanya oleh para penumpang,
Namun jasamu akan selalu abadi,
Dalam setiap napas perjalanan, dalam setiap pulang yang selamat.

Share your love