Syarat Kesehatan Mata untuk Pramugari: Maksimal Minus Berapa?

Salah satu pertanyaan paling sering muncul dari calon pramugari adalah:
“Kalau mata minus, masih bisa jadi pramugari nggak?”

Pertanyaan ini wajar. Banyak calon pramugari sebenarnya memiliki postur, sikap, dan komunikasi yang baik, tetapi merasa minder karena masalah mata. Padahal, mata minus tidak selalu menjadi penghalang, selama masih berada dalam batas toleransi maskapai.

Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap syarat kesehatan mata untuk pramugari, berapa maksimal minus yang diperbolehkan, bagaimana dengan silinder dan plus, serta tips agar lolos tahap medical check up.

Mengapa Kesehatan Mata Sangat Penting bagi Pramugari?

Profesi pramugari berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Penglihatan yang baik dibutuhkan untuk:

  • Membaca instruksi keselamatan
  • Mengawasi kondisi kabin
  • Mengidentifikasi situasi darurat
  • Memberikan pelayanan dengan cepat dan tepat
  • Melihat tanda-tanda keselamatan di pesawat

Karena itu, kesehatan mata selalu menjadi bagian wajib dari medical check up (MCU), baik saat masuk sekolah pramugari maupun saat seleksi maskapai.

Apakah Mata Minus Boleh Jadi Pramugari?

Jawabannya: BOLEH, dengan catatan tidak melebihi batas tertentu.

Banyak maskapai di Indonesia maupun luar negeri masih menerima calon pramugari dengan mata minus, selama:

  • Minus masih dalam batas toleransi
  • Dapat dikoreksi dengan kacamata atau softlens
  • Tidak disertai gangguan mata serius

Jadi, mata minus bukan otomatis gagal, tetapi tetap harus memenuhi standar.

Maksimal Mata Minus untuk Pramugari

Secara umum, standar yang sering digunakan oleh maskapai dan sekolah pramugari adalah:

🔍 Mata Minus (Miopia)

  • Maksimal -3.00 sampai -5.00 di masing-masing mata
  • Harus bisa dikoreksi hingga penglihatan normal (6/6 atau 20/20)

⚠️ Perlu dicatat:

  • Setiap maskapai bisa memiliki kebijakan berbeda
  • Beberapa maskapai lebih ketat, terutama untuk penerbangan internasional
  • Sekolah pramugari biasanya mengikuti standar aman agar peserta tidak gagal di tahap maskapai

Di sinilah pentingnya konsultasi awal, seperti yang dilakukan di Aeronef Academy, agar calon peserta tahu sejak awal apakah kondisi matanya masih aman.

Bagaimana dengan Mata Silinder?

Mata silinder juga masih bisa diterima, dengan batas tertentu.

🔍 Mata Silinder (Astigmatisme)

  • Umumnya maksimal -2.00
  • Tidak mengganggu ketajaman penglihatan secara signifikan
  • Bisa dikoreksi dengan kacamata atau softlens

Jika silinder terlalu tinggi dan memengaruhi fokus penglihatan, biasanya akan menjadi catatan serius di MCU.

Apakah Mata Plus Diperbolehkan?

Mata plus (hipermetropi) relatif lebih jarang menjadi masalah, selama:

  • Tidak terlalu tinggi
  • Tidak mengganggu aktivitas jarak dekat
  • Bisa dikoreksi dengan baik

Namun, tetap akan diperiksa secara menyeluruh saat tes kesehatan.

Syarat Kesehatan Mata untuk Pramugari Maksimal Minus Berapa
Syarat Kesehatan Mata untuk Pramugari Maksimal Minus Berapa

Apakah Pramugari Boleh Pakai Kacamata?

Jawabannya: boleh, tetapi dengan beberapa catatan.

Saat Seleksi:

  • Beberapa maskapai memperbolehkan kacamata saat tes tertulis
  • Saat tes penampilan, sering kali diminta melepas kacamata

Saat Bertugas:

  • Umumnya tidak menggunakan kacamata saat bekerja
  • Lebih disarankan menggunakan softlens
  • Softlens harus nyaman dan aman untuk penerbangan jarak jauh

Karena itu, banyak sekolah pramugari sudah membiasakan peserta tampil tanpa kacamata sejak awal pelatihan.

Tes Mata Apa Saja yang Akan Dilewati?

Saat medical check up, calon pramugari biasanya akan menjalani:

  1. Tes ketajaman penglihatan (jarak dekat & jauh)
  2. Tes buta warna (total dan parsial)
  3. Tes kesehatan retina dan saraf mata
  4. Tes tekanan bola mata
  5. Riwayat penyakit mata

👉 Buta warna total maupun parsial biasanya tidak ditoleransi, karena sangat berisiko dalam dunia penerbangan.


Tips Agar Lolos Tes Kesehatan Mata

1. Periksa Mata Sejak Dini

Jangan menunggu saat seleksi. Lakukan pemeriksaan mata di optik atau klinik mata jauh hari sebelum mendaftar.

2. Jangan Memaksakan Softlens

Softlens yang tidak sesuai justru bisa merusak mata. Gunakan sesuai resep dokter.

3. Kurangi Aktivitas yang Membebani Mata

Kurangi:

  • Main gadget berlebihan
  • Begadang
  • Membaca dalam pencahayaan buruk

4. Istirahat Mata Secara Rutin

Gunakan metode 20-20-20:
Setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.

Bagaimana Jika Minus Terlalu Tinggi?

Jika minus sudah melebihi batas aman:

  • Jangan langsung putus asa
  • Konsultasikan opsi terbaik (termasuk perawatan medis)
  • Fokus pada persiapan aspek lain seperti attitude dan komunikasi

Beberapa calon pramugari menunda pendaftaran hingga kondisi mata lebih stabil. Ini jauh lebih baik daripada gagal berulang kali tanpa persiapan.

Peran Sekolah Pramugari dalam Persiapan Kesehatan Mata

Banyak kegagalan seleksi terjadi karena calon peserta tidak paham standar kesehatan sejak awal.

Sekolah pramugari yang baik tidak hanya mengajar teori, tetapi juga:

  • Memberi edukasi standar MCU
  • Membantu simulasi seleksi
  • Memberi arahan realistis tentang peluang

Aeronef Academy dikenal menekankan edukasi jujur terkait kesehatan, termasuk mata, agar peserta tidak salah langkah dan tidak terjebak harapan palsu.

Kesimpulan

Mata minus bukan penghalang mutlak untuk menjadi pramugari. Selama masih dalam batas toleransi dan bisa dikoreksi dengan baik, peluang tetap terbuka.

Ringkasan singkat:

  • Mata minus umumnya ditoleransi hingga -3.00 sampai -5.00
  • Silinder maksimal sekitar -2.00
  • Tidak boleh buta warna
  • Penglihatan harus bisa dikoreksi normal

Persiapan sejak dini, pemahaman standar yang benar, dan bimbingan dari lembaga terpercaya seperti Aeronef Academy akan membantu kamu melangkah lebih aman dan terarah menuju dunia penerbangan.

Share your love